• Wed, Jun 2026

Partai Pertandingan Kontras: Prancis vs Senegal dan Norwegia vs Irak

Pertandingan Prancis melawan Senegal berlangsung seru dan menarik, dengan permainan terbuka yang enak ditonton, saling menyerang dari menit awal hingga akhir. Seluruh gol tercipta di babak kedua, bahkan di masa tambahan waktu akhir pertandingan. Skor akhir 3-1 untuk Prancis dan memantapkan pimpinan klasemen Group I.

 INFRASTRUKTUR.CO.ID, JAKARTA: Pertandingan Prancis melawan Senegal berlangsung seru dan menarik, dengan permainan terbuka yang enak ditonton, saling menyerang dari menit awal hingga akhir. Seluruh gol tercipta di babak kedua, bahkan di masa tambahan waktu akhir pertandingan. Skor akhir 3-1 untuk Prancis dan memantapkan pimpinan klasemen Group I.

Sementara pertandingan Norwegia vs Irak hanya berlangsung seru pada babak pertama. Pada babak kedua, pertandingan menjadi agak membosankan, karena Norwegia terkesan mengamankan kemenangannya. Ketika bertahan, hampir seluruh pemain Norwegia ikut turun bertahan, ternasuk penyerang kawakan Manchester City, dan Top Scorer Liga Inggris, Erling Haaland. Strategi itu terbukti efektif, bahkan Norwegia berhasil menambah dua gol, sehingga skor akhir 4-1.

Pada World Cup 2002 di Korea/Jepang Senegal pernah mengalahkan Prancis 1-0, dengan gol tunggal dicipatkan Papa Bouba Diop pada menit 30. Kemenangan itu merupakan berita besar dan kejutan penting Piala Dunia, apalagi Senegal pernah menjadi negara jajahan Prancis. 

Hingga sekarang pun, Senegal menggunakan Bahasa Prancis sebagai bahasa resmi negara, dan cukup banyak pemain Senegal yang bermain di Liga Prancis sekarang. Bahkan, beberapa pemain terkenal Senegal memang kelahiran Prancis, dari Ibu atau Bapak yang berasal dari Imigran Senegal, dan besar di Prancis. Sebut saja Sang Kapten Kalidou Koulibaly, kelahiran Saint-Die-des-Vosges, pernah-melintang di beberapa Klub Besar Liga Eropa dan kini bermain di Al-Hilal, Arab Saudi. Edouard Mendy, kelahiran Le Havre, pernah menjadi Kiper Utama di Chelsea, kini juga bermain di Al-Ahli, Arab Saudi. Pape Gueye, kelahiran Montreuil, sekarang bermain di Villareal, Spanyol. Iliman Ndiaye, kelahiran Rouen, dan kini bermain sebagai penyerang di Klub Everton, Inggris. Dan masih sangat banyak lagi.

Pada World Cup 2026 ini, Prancis dengan materi pemain top yang cukup merata, tentu tidak ingin kekalahan hampir seperempat abad lalu itu terulang lagi sekarang. Prancis mengerahkan Pasukan terbaiknya, dengan trio penyerang kelas dunia: Kylian Mbappe (Real Madrid), Ousman Dembele (PSG), dan Michael Elise (Bayern). Serang-serangannya terbangun rapi sambil sesekali memamerkan kemampuan individu pemain mahal jutaan dollar tersebut.  Tapi, pemain belakang Senegal telah memiliki sekian macam jurus untuk meredamnya. 

Pertandingan menjadi sangat menarik untuk disaksikan, sangat eksplosif, dan dengan sistem pertahanan yang juga cukup rapi. Senegal mampu melalukan transisi permainan sangat baik dan efektif, dengan serangan balik sangat cepat, mengandalkan Sadio Mane (eks Liverpool dan Bayern yang kini bermain di An-Nassr, Arab Saudi), Ismaila Sarr (Crystal Palace) dan Nicolas Jackson (Bayern).

Gol kemenangan Prancis diciptakan gelandang menyerang PSG Brad Barcola. Kemudian, sebuah assist matang dari Michael Olise diselesaikan dengan sempurna oleh Mbappe dan menjadi gol. Ibrahim Mbaye mencetak gol, memanfaatkan assist Iliman Ndiaye pada menit 90+5. 

Banyak orang mengira pertandingan akan berakhir dengan 2-1 untuk Prancis. Tapi, tanpa diduga, satu menit kemudian, Kylian Mbappe dengan aksi individunya melakukan tendangan jarak jauh, yang tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh kiper Mendy, dan mengubah skor menjadi 3-1.

NORWEGIA VS IRAQ

Pada pertandingan Norwegia vs Iraq, Erling Haaland memang terbukti menjadi monster di depan gawang. Berawal dari serangan dari sektor sayap kiri, David Wolfe mengirim umpan silang ke tiang jauh. Tiga pemain belakang Irak mengira, umpan itu tidaklah berbahaya, karena tidak terlihat ada pemain Norwwgia. Tanpa dinyana, Haaland muncul kencang dari belakang dan menyambut bola silang itu, dan menjadi gol.
 

Gol Irak yang diciptakan Ayman Hussein sebenarnya cukup indah. Amir Al-Ammari mengangkat bola sangat matang, lalu Ayman Hussein melompat tinggi di antara dua bek Norwegia yang sebenarnya tinggi menjulang, hampri 2 meter. Tapi, jam terbang tinggi dan pengalaman tanding Ayman Hussein mampu menyundul bola sangat akurat, sambil memutar badan, dan berubah menjadi gol.

Erling Haaland juga memanfaatkan sebuah kesalahan back pass dari pemain belakang Irak ke kiper Jalal, yang terkesan menunggu di depan gawang. Tanpa ampun, Haaland berlari menghadang bola itu dan menjadi gol.

Seperti ditulis di atas, pada babak kedua Irak mencoba membangun serangan bergelombang, tapi pertahanan yang rapat Norwegia mampu menggagalkannya. Iraq terkadang menarik bola hingga ke belakang, bahkan hingga ke kiper Jalal, untuk memancing pemain Norwegia keluar dari benteng pertahanan. Di sinilah salah satu keunggulan Norwegia, mereka secara disiplin bergerak maju ke arah pertahanan Irak, sambil melakukan pressures. Sering kali upaya Irak menarik bola ke belakang justeru berakhir sia-sia, karena Irak justeru kehilangan bola. Bahkan, salah satunya berbuah gol bagi Norwegia.

Mari kita lanjutkan menonton bola Argentina vs Aljazair, yang nampaknya berlangsung seru, terutama yang hari ini tidak ngantor. Lionel Messi kini sudah menjadi salah satu darling pecinta bola AS, tepatnya sejak bermain untuk Inter Miami, Florida. Sepak bola adalah big business, apalagi dikelola sebagai a show biz, dengan berbagai atribut dan merchandise yang menyertainya.

*) Ditulis oleh Busanul Arifin, Penikmat Sepak Bola dan Kuliner