INFRASTRUKTUR.CO..ID, JAKARTA: Selebritas Zaskia Adya Mecca dan para pengusaha manufaktur di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan ikut menyuarakan pemahaman atas gerakan mahasiswa selama pekan ini.
Pagi itu, deru mesin di sebuah pabrik komponen otomotif di Sidoarjo tetap berjalan normal. Tapi di ruang rapat lantai dua, direktur utamanya justru memantau layar ponsel: potongan video aksi mahasiswa di depan DPRD.
“Anak-anak itu nyuarain yang kami rasain juga,” ujarnya.
Beban produksi naik, biaya logistik membengkak, daya beli melambat. Kalimat itu bukan datang dari orator di jalan, melainkan dari meja-meja pengambil keputusan di kawasan industri.
Gelombang serupa terasa di Banjarmasin. Ketua salah satu asosiasi manufaktur lokal mengaku menerima banyak keluhan dari anggota. Kenaikan biaya energi dan bahan baku menekan margin, sementara permintaan dari pasar domestik belum pulih sepenuhnya.
“Jadi ketika mahasiswa bicara soal tekanan ekonomi rakyat, kami paham konteksnya. Kami hidup di ekosistem yang sama,” katanya saat ditemui di sela forum bisnis, Sabtu, 13 Juni 2026.
Dukungan itu tidak berbentuk spanduk atau turun ke jalan. Ia hadir dalam pernyataan terbuka, diskusi kamar dagang, dan postingan media sosial para pemilik usaha.
Di Surabaya, seorang pengusaha tekstil menulis: ruang dialog harus dibuka lebar, karena stabilitas usaha butuh kepastian kebijakan. Di Gresik, pelaku industri pupuk dan kimia menyebut aspirasi publik sebagai “alarm” agar pemangku kebijakan menilik lagi dampak regulasi ke sektor riil.
SUARA DARI KAMPUS
Suara dari dunia kampus ikut menguatkan. Seorang wartawan senior sekaligus dosen Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), menilai keterlibatan pengusaha dalam merespons dinamika sosial adalah bagian dari demokrasi ekonomi. “Ketika mesin produksi dan suara jalanan bicara hal yang sama, artinya ada yang perlu didengar bareng-bareng,” tulisnya.
Bagi para pengusaha manufaktur ini, dukungan bukan soal politik praktis. Ini soal menjembatani realitas di lantai pabrik dengan denyut di jalanan. Karena ujungnya sama: sama-sama ingin kepastian, agar roda ekonomi tetap berputar.
Dukungan dari dunia selebritas terlihat dari aktris Zaskia Adya Mecca. Ia turun ke jalan untuk medukung aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di kawasaan Bundaran Hotel Indoesia, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Ia hadir langusng di lokasi untuk menyuarakan keresahan personalnya serta memberikan dukungan nyata bagi para mahasiswa yang sedang berunjuk rasa.
Berikut adalah bentuk dukungan dan poin penting terkait aksi Zaskia Adya Mecca:
Bentuk Dukungan Logistik dan Medis
- Tiga Unit Ambulans: Zaskia bersama timnya memfasilitasi aksi dengan membawa tiga unit ambulans lengkap dengan petugas medis serta obat-obatan untuk mengantisipasi situasi darurat.
- Posko Logistik Gratis: Ia mendirikan posko makanan di depan Hotel Mandarin Oriental Jakarta. Posko tersebut membagikan camilan dan minuman gratis bagi para peserta demonstrasi.
- Spanduk Sindiran: Di posko tersebut terpampang tulisan menggelitik seperti "Snack Gratis dari Rakyat untuk Rakyat" dan "Beneran Gratis Gak Pake Uang Pajakmu, Beli di UMKM" .
- Ikut Long March: Istri dari sutradara Hanung Bramantyo ini juga terpantau ikut melakukan long march bersama massa mahasiswa di jalanan ibu kota.
ALASAN TURUN KE JALAN
Zaskia mengungkapkan bahwa langkahnya ini murni atas inisiatif pribadi tanpa mewakili kelompok, lembaga, atau kepentingan politik mana pun.
Ia merasa gelisah dan tidak tenang melihat kondisi sosial, ekonomi, dan politik serta berbagai keputusan pemerintah saat ini yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Menurutnya, sebagai warga negara yang hidup di negara demokrasi, ia memiliki hak dan tanggung jawab untuk berbicara serta meluruskan hal-hal yang dirasa keliru daripada hanya berdiam diri.